Categories
News

Kolom Agribisnis – Menjadi Kaya Dari Iles Iles

Kolom Agribisnis – Menjadi Kaya Dari Iles Iles

Konyaku dan shirataki memang merupakan salah satu menu khas Jepang yang sangat populer. Konyaku (konjaku), berupa jelly berbentuk blog. Ada yang berwarna asli (cokelat keabu-abuan), ada yang sudah dibleching hingga menjadi putih. Di Jepang, konyaku merupakan salah satu bahan pangan utama. Cara memasaknya bisa dipanggang seperti steak, bisa digoreng, dimasukkan ke dalam sup dan lain-lain. Apabila jelly itu dibentuk seperti kwetiau (irisan besar), mi (irisan sedang), atau bihun (irisan lembut), namanya bukan lagi konyaku melainkan shirataki. Harga menu konyaku dan shirataki, di atas menu berbahan baku terigu, atau beras. Harga menu ini selalu tinggi, karena hukum pasar.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Ketika pasokan lebih kecil dari permintaan, harga akan tinggi. Ketika pasokan melebihi permintaan, harga akan jatuh. Sampai sekarang, permintaan konsumen konyaku dan shirataki, masih lebih besar dibanding pasokan. Maka sampai sekarang harga terus stabil tinggi. Konyaku dan shirataki, disenangi oleh orang Jepang (juga orang Korea dan Tiongkok), karena rendah kalori, bahkan sebenarnya nol kalori. Padahal konyaku dan shirataki enak sekali, serta membuat kenyang. Orang Jepang inginnya makan enak, kenyang, tapi tak mau kegemukan. Di Indonesia, konyaku lebih populer sebagai bahan minuman. Saking populernya minuman konyaku, sampai-sampai di Tasikmalaya, ada tiga kounter minuman konyaku. Salah satunya di Mall Asia Plaza.

Jelly untuk bahan minuman ini, sama dengan jelly untuk konyaku blog dan shirataki, terbuat dari dari tepung glukomanan. Produk Turunan Glukomanan merupakan produk dari umbi konjak (devil’s tongue, voodoo lily, Amorphophallus konjac), yang hanya bisa tumbuh di kawasan sub tropis (RRT, Korea, dan Jepang). Selain dari umbi konjak, glukomanan juga bisa dibuat dari umbi iles-iles atau porang (Amorphophalus muelleri), dan umbi walur atau acung (Amorphophalus variabilis). Porang sering disebut sebagai iles-iles kuning; sedangkan acung iles-iles putih.

Dua spesies Amorphophallus ini tumbuh di kawasan tropis di Indonesia. Konjak, porang, dan acung, masih satu genus dengan suweg (elephant foot yam, Amorphophallus paeoniifolius) dan bunga bangkai raksasa (Amorphophalus titanum). Iles-iles merupakan tanaman semusim. Tumbuh pada awal musim penghujan, lalu tanaman “mati” (dorman) pada musim kemarau, dan akan tumbuh lagi pada awal musim penghujan. Demikian seterusnya siklus hidup iles-iles. Pada musim kemarau itulah umbi dipanen, kemudian diseleksi. Umbi yang sudah berdiameter lebih dari 15 cm, diambil untuk dijual atau diproses lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *