Categories
Parenting

Deteksi Gejala Stres

Yang perlu disadari, tidak selamanya kita bisa menyadari bahwa kita sedang stres. Mungkin saja Mama tidak merasa stres karena beban yang dirasa masih ringan, terbiasa dengan pekerjaan berat yang membuat beban tidak dirasakan lagi, atau tidak tahu sama sekali bahwa Mama memang sedang stres. Padahal, stres telah membuat ketidakseimbangan pada otak yang mengganggu proses pematangan dan ovulasi sel telur.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Tetapi umumnya, tanda-tanda stres bisa dideteksi lewat perilaku maupun kebiasaan Mama. Biasanya, ketika stres sudah sangat berat, baik perempuan maupun lelaki akan mengalami gejala-gejala seperti pusing, demam, lemas, malas, suntuk, dan sebagainya. Namun, bila gejala tersebut tidak muncul, bisa ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur. Misalnya, terjadi gangguan pada siklus menstruasi. Bila siklusnya per-30 hari, maka setiap hari ke-30 sejak menstruasi lalu, perempuan akan “datang bulan” kembali. Namun, bila hingga hari ke-38 tidak juga “datang bulan”, yang sebelumnya tidak pernah terjadi, maka bisa dikatakan siklus menstruasinya terganggu.

Keterlambatan ini bisa mengindikasikan bahwa ada masalah dengan masa suburnya. Masa subur, yang ditandai de ngan keluarnya sel telur, tidak dialami oleh perempuan. Keterlambatan “datang bulan” ini sangat subjektif, bergantung pada masing-masing perempuan. Ada yang telat 5 hari berarti siklus menstruasinya sudah terganggu, atau perlu 8, 10, atau 15 hari telat baru si perempuan tidak meng alami masa subur. Pokoknya, masa menstruasinya tidak terjadi dalam siklus yang biasa terjadi. Tapi kadang-kadang, proses tidak keluarnya sel telur ini tidak bisa ditebak dari siklus menstruasi yang tidak teratur.

Meskipun menstruasinya teratur bisa saja sebenarnya si perempuan tersebut tidak mengalami ovulasi. Hal seperti ini sulit dicari tahu kecuali dengan pemeriksaan hormonal. Kadangkadang ada ibu yang berkeras bahwa dia subur dengan siklus menstruasinya yang teratur. Namun, setelah dicek hormonal ternyata di dalam rahimnya tidak mengalami ovulasi. Menstruasi adalah pola perdarahan yang datang secara siklik, teratur setiap bulannya sebagai akibat luruhnya selaput dalam lendir di dalam rahim. Intinya, kalau ada pelepasan sel telur disertai dengan keluarnya hormonhormon. Kalau sel telur dilepaskan, maka mulailah meningkat hormon yang kita sebut dengan progesteron.

Sumber : pascal-edu.com