Categories
Bisnis

Optimalisasi Kamera Lumia 730

Optimalisasi Kamera Lumia 730

Lumia 730 merupakan smartphone pertama keluaran Microsoft yang dirancang khusus untuk foto selfie. Meski ditujukan untuk penggila selfie, kamera utamanya juga bisa diandalkan. Reproduksi gambar terbukti detail dan tajam. Lumia 730 mempersenjatai kamera utama beresolusi 6,7 MP serta kamera depan 5 MP wide-angle Full HD dan mendukung 1080p video. Jangan pandang sebelah mata dulu. Lensa yang digunakan Carl Zeiss, kualitasnya pun di atas rata-rata kamera standar. Untuk menangkap foto, Lumia 730 membekalinya dengan tiga aplikasi yaitu Microsoft Camera, Lumia Camera, dan Lumia Selfie. Masing-masing aplikasi tersebut memiliki keunggulan dan fitur yang berbeda. Agar Anda bisa memanfaatkannya secara lebih optimal, ada baiknya mengenal terlebih dahulu tampilan serta fitur yang diusungnya.

Sumber : Download Game Ppsspp

Microsoft Camera

Salah satu keunggulan dari aplikasi ini adalah fitur Burst. Dengan menekan fungsi ini, secara otomatis kamera akan mengambil gambar hingga maksimal sebanyak 12 kali. Fungsi ini sangat berguna bagi Anda yang hendak menjepret objek bergerak dan sulit mendapatkan fokus. Nantinya dari 12 hasil jepretan yang dibuat, Anda bisa memilih salah satu atau beberapa diantara foto terbaik yang berhasil ditangkap. Keunggulan lain dari aplikasi ini adalah kinerjanya yang gegas. Anda tidak akan mendapati jeda saat proses penyimpanan foto setelah menjepret, sehingga cocok bagi Anda yang ingin mengambil foto secara cepat. Setelah diakuisisi Microsoft, aplikasi yang sebelumnya bernama Nokia Camera ini memang tidak memiliki fitur baru setelah berganti nama. Jadi bagi Anda yang sebelumnya terbiasa menggunakan Nokia Camera, tetap akan mendapati fitur yang sama.

Lumia Camera

Pada mode single shot, aplikasi ini menyediakan pengaturan yang lebih lengkap dibanding Microsoft Camera. Anda bisa mendapatkan pilihan yang lebih beragam guna mendapatkan hasil foto optimal. Tidak ketinggalan, fitur Front Camera bisa dimanfaatkan untuk melakukan selfie, serta adanya fungsi Timer agar Anda lebih nyaman ber-selfie saat menggunakan tongsis. Selain itu, mirip dengan fitur Burst pada Microsoft Camera, Lumia Camera memiliki fitur dengan nama Smart Sequence. Namun yang berbeda, dari sekian banyak foto yang terjepret, otomatis aplikasi ini akan menawarkan pilihan metode penyuntingan. Anda bisa memilih hasil foto terbaik dan menyatukannya dengan yang lain untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Hanya saja proses penyimpanan pada mode Smart Sequence ini membutuhkan waktu agak lama sehingga tidak cocok saat digunakan untuk menangkap gambar saat pergerakan objek yang cepat. Fitur ini lebih cocok untuk menyempurnakan hasil jepretan foto dengan menggabungkan beberapa hasil yang terbaik dan menyatukannya.

Categories
News

LG G3 versus Samsung Galaxy S5 – Adu Ponsel Premium Ala Korea

LG G3 versus Samsung Galaxy S5 – Adu Ponsel Premium Ala Korea

Sempat merajai arena karena meluncur duluan, Samsung Galaxy S5 kini ditempel ketat oleh LG G3. Kali ini SINYAL akan mengobok-obok dua seri premium yang pabrikannya sama-sama berasal dari Korea tersebut. Desain Lihat dulu tampangnya, baru lihat otaknya. Meski sama-sama berbahan plastik, cover Samsung menampilkan kesan mirip kulit, sementara cover LG mirip logam. Mana yang lebih keren Sepertinya harus dipulangkan ke selera masing-masing.

Sumber : Gigapurbalingga

Seperti pendahulunya, G3 tampil unik dengan Rear Key-nya. Fungsi tombol ini bisa disetel sesuai kebiasaan kita. Ngomong-ngomong, sensor sidik jari milik Galaxy S5 ternyata juga berada di belakang, kira-kira setara dengan lokasi Rear-key. Kalau termasuk ceroboh, bisa jadi lebih tertarik dengan Galaxy S5 yang anti-debu dan anti-air. Meski diklaim baik-baik saja jika tenggelam di air sampai kedalaman 1 meter selama 30 menit, sebaiknya tak membiarkan Galaxy S5 main di pantai, apalagi terendam lumpur. Di atas kertas, Galaxy S5 lebih kompak dan lebih ringan. Namun menenteng keduanya berdampingan, bisa jadi perbedaan itu tak dianggap signifikan.

Layar G3 sendiri lebih luas 5,5 inch vs 5,1 inch; dengan resolusi lebih tinggi 1440p vs 1080p. Nah, layar quad-HD milik G3 diklaim mampu hadirkan warna lebih alami berkat kerapatan pixel lebih tinggi, menandingi full HD yang dipakai Galaxy S5. Namun di mata kami rasanya kontras layar Galaxy S5 kok malah lebih nendang, dan lebih nyaman dilihat di bawah silau siang. Keduanya dukung 10 titik sentuh, dengan sensitivitas layar sangat mulus. Dan sama-sama punya pengaturan otomatis untuk brightness. LG membekal Smart screen dan Screen-off eff ect untuk G3, sementara Samsung punya Finger Scanner untuk Galaxy S5.

Kinerja Galaxy S5 maupun G3 menawarkan banyak modifikasi fitur dan cara pengoperasian. Pada Galaxy S5 ada Multi Window, Notification panel, Toolbox, dan One-handed operation. Sedangkan G3 punya Smart Notice, Quick Circle, Dual window, dan Smart Keyboard. Selain Finger Scanner, Galaxy S5 punya Private mode dan Blocking mode. G3 membatasi akses ke account dengan Guest mode yang bisa dikunci dengan KnockCode. Galaxy S5 andalkan TouchWiz UI.

Jendela pertamanya dibajak untuk My Magazine. Pada tiga jendela berikutnya tersebar widget S Health, Galaxy Essentials, Galaxy Gifts, dan pintasan Kids Mode. G3 pakai Graphic UI. Jendela pertamanya di-default untuk LG Health dan Smart Tips. Widget Smart Notice, dan menyebar dalam dua jendela selebihnya. Di jajaran menu, tampak aplikasi khas LG seperti Quick Remote, Quick Memo+, Remote Call Service, dan SmartWorld.

Dari pihak ketiga terlihat McAfee Security, Opera Mini, dan ThinkFree Viewer. Samsung punya S Planner, Samsung Apps, ChatON, S Health, S Voice, sampai Smart Remote. Dari pihak ketiga ada Dropbox, Flipboard, Galaxy Gift Indonesia, sampai Line. Keduanya berbasis Android 4.4.2 KitKat. Maka pertarungan spesifikasi hardware-nya sangat kompetitif. Sama-sama gunakan Snapdragon 801, G3 pakai chipset MSM8975AC yang lebih baru dibanding Galaxy S5 dengan chipset msm8974ac.

Categories
News

HTC One M8 – Tangkap 300% Cahaya

HTC One M8 – Tangkap 300% Cahaya

Sebagai seri premium, seri One menjadi master piece HTC untuk banyak hal. Kehadiran One M8 meneruskan One M7 memuncakkan harapan kinerja yang lebih ciamik. Pada kamera yang mengusung UltraPixel, khususnya, dan kinerja jeroan pada umumnya. Terbuktikah Mari kita kulik… Kamera Kamera pastinya menjadi magnet utama perhatian publik, mengingat HTC konsisten memakai HTC UltraPixel. Untuk yang baru berkenalan dengan HTC, teknologi UltraPixel ini disebut-sebut memoles kualitas image lewat pixel yang lebih besar versus kualitas image yang diperoleh dari pixel yang lebih banyak yang diusung mayoritas kamera ponsel.

Sumber : Wa Web

Singkatnya, resolusi kamera One M8 memang hanya 4.1 MP, tapi hasil fotonya dijanjikan tak kalah dari kamera ponsel 8 MP, bahkan 13 MP. HTC mengatakan bahwa One M8 punya UltraPixel dua kali lebih besar dari ukuran rata-rata untuk menangkap 300% lebih banyak cahaya. Dengan begitu, pemotretan kondisi minim cahaya lebih tajam. Dengan membiarkan pengaturan default pada kamera, SINYAL menjajal pemotretan di kotak gelap. Hasilnya, detil dan warna objek masih bisa tertangkap baik ketika dibandingkan dengan kompetitornya di kelas 8 MP. Menjajal foto malam, hasilnya memuaskan. Ketika diperbesar di komputer, kami memang masih mendapati noise. Tapi secara keseluruhan kompetitif terhadap kamera 13 MP.

Dengan beberapa trik pemotretan, kami bisa mendapatkan hasil akhir foto yang bagus. Yang menarik di One M8 adalah ada sepasang kamera untuk kamera utama. Yang besar adalah kamera UltraPixel, sedangkan yang kecil adalah kamera pendukung untuk sensor kedalaman (depth sensor) gambar. Ini merupakan bagian dari UFocus, fi tur baru yang diangkat di One M8 yang bisa memokuskan objek yang buram sebelum atau setelah pemotretan. Jika Anda pengguna seri Nokia Lumia, itu kirakira mirip Nokia Refocus. Fitur kamera One M8 mirip One M7. Kecuali Optical Image Stabilization (OIS) – yang ini tak kami temukan keterangannya.

Tampilan menu kamera juga berubah. Jika pada sejumlah seri terakhir kami melihat shutter-nya dual camera-camcorder, di sini shutter-nya single. Untuk pilih dan aktifkan moda, ketuk dulu ikon di kiri shutter – ada Camera, Video, Zoe camera, Selfi e, Dual capture, dan Pan 360. Oya, tak ada tombol khusus untuk kamera di bodi handset. Jadi, akses cepat hanya dari icon Camera di home screen. Masih ada Zoe dalam moda. Tapi kami melihat ada aplikasi HTC Zoe juga di deretan aplikasi di menu utama; dan yang ini ditandai “Coming soon. Summer of 2014”.

Sepertinya HTC akan melepas Zoe menjadi aplikasi mandiri. Fitur lain semacam menggabungkan pose terbaik tiap orang dalam foto grup, panorama 180×360 derajat yang dilengkapi kontrol kemiringan dan garis perata, dan efek untuk video juga bisa dijajal di sini. Editor foto bawaan HTC cukup kaya untuk mengutak-atik foto. Kita juga bisa pakai Scribble untuk menggambar di foto. Editor video tampak simpel. Kita bisa streaming video ke jaringan, sharing ke media sosial, maupun memotret video.